- Kyai Gaul Batam Raih Gelar Magister Pendidikan dari UNISSULA
- Blissful Mawlid KUA Nongsa Bedelau Kemenag Berdampak
- Kyai Gaul Batam Harumkan Batam Kepri di PENAIS AWARD 2025 Jakarta Barat
- Bimbingan Pra Nikah KUA Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam
- Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Jamaah! Bimluh MT. Sabilul Huda Nongsa Asri Hadirkan Kyai Gaul
- KUA Kec. Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam dan Puskesmas Jabi Batu Besar Bersinergi
- HEBOH! Kemenag Kota Batam Guncang Batam dengan Silaturrahim Kebangsaan & Ekoteologi
- KEMENAG KOTA BATAM GAUNGKAN SEMANGAT KERUKUNAN LEWAT PAWAI PEMBANGUNAN 2025
- Kolaborasi Tiga Lembaga Peningkatan Kepedulian dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Batam
- BRUS KUA Belakang Padang Sentuh Hati Remaja SMA 2 Batam: Bekal Menuju Masa Depan Qurani
Bimbingan Rohani di Balik Jeruji:
Sentuhan Ilahi dari Penyuluh Kemenag Batam di Lapas Barelang

Keterangan Gambar : Bimluh Terjadwal Pokjaluh/ IPARI di Lapas IIA Barelang Batam
Bimbingan Rohani di Balik Jeruji: Sentuhan Ilahi dari Penyuluh Kemenag Batam di Lapas Barelang
Batam, 7 Juli 2025 — Suasana haru dan penuh semangat religius mewarnai ruang kegiatan Lapas Kelas IIA Barelang, saat dua sosok penyuluh agama inspiratif hadir menyapa para warga binaan dengan sentuhan kasih dan cahaya ilmu Al-Qur’an. Mereka adalah Buya Abdullah Dahlawi, S.Hum., M.Si. dan Kyai Haji Nasir Darmawansyah, M.Pd., dua Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Kementerian Agama Kota Batam yang juga aktif sebagai anggota Pokjaluh Kemenag Batam dan PD. IPARI Kota Batam.
Baca Lainnya :
Kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) ini menjadi bagian dari jadwal pembinaan rutin yang dirancang khusus untuk memperkuat karakter spiritual warga binaan melalui pendekatan Al-Qur'an. Materi yang diangkat kali ini adalah "Tahsinul Qur’an dan Tilawah dengan Pengenalan Dasar Lagu Bayyati", berfokus pada maqro' Surah Al-Isra’ ayat 1.
Dengan kelembutan suara dan pendekatan penuh cinta, Buya Lah, sapaan Akrab Buya Abdullah Dahlawi, membuka kegiatan dengan menyentuh qalbu para peserta, menuntun mereka memperbaiki bacaan huruf demi huruf sesuai qaidah tajwid. Sementara itu, Kyai Haji Nasir membawa suasana menjadi lebih hidup dan bernuansa seni rohani ketika memperkenalkan lagu Bayyati, salah satu langgam tilawah klasik yang sarat makna dan keindahan.
“Membaca Al-Qur’an itu bukan sekadar mengeja, tapi menghayati. Dan lewat nada yang benar, makna ayat lebih mudah menyentuh hati,” ungkap Buya Lah, dengan penuh semangat dalam sesi praktik bersama peserta.
Para warga binaan tampak antusias dan aktif mengikuti kegiatan. Tidak sedikit dari mereka yang untuk pertama kalinya merasakan pengalaman melagukan ayat-ayat suci dengan irama yang menyentuh sanubari.
“Kami merasa sangat diberkahi dengan adanya pembinaan seperti ini. Kami yang dulunya jauh dari Qur'an, kini perlahan mulai mencintainya kembali,” ungkap salah seorang peserta dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang penyembuhan batin dan penguatan moral. Buya Lah menegaskan, “Kami hadir bukan untuk menghakimi masa lalu, tapi untuk menemani jalan pulang menuju cahaya Allah.”
Semoga program seperti ini terus berlanjut dan diperluas, menjadi jembatan harapan dan jalan hijrah bagi saudara-saudara kita di balik jeruji. Karena setiap jiwa berhak mendapat hidayah, dan setiap hati memiliki kesempatan untuk kembali bersinar. (AP.Gesit/ KyaiGaulBatam)
Video Terkait:








1.jpg)
