- Kyai Gaul Batam Raih Gelar Magister Pendidikan dari UNISSULA
- Blissful Mawlid KUA Nongsa Bedelau Kemenag Berdampak
- Kyai Gaul Batam Harumkan Batam Kepri di PENAIS AWARD 2025 Jakarta Barat
- Bimbingan Pra Nikah KUA Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam
- Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Jamaah! Bimluh MT. Sabilul Huda Nongsa Asri Hadirkan Kyai Gaul
- KUA Kec. Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam dan Puskesmas Jabi Batu Besar Bersinergi
- HEBOH! Kemenag Kota Batam Guncang Batam dengan Silaturrahim Kebangsaan & Ekoteologi
- KEMENAG KOTA BATAM GAUNGKAN SEMANGAT KERUKUNAN LEWAT PAWAI PEMBANGUNAN 2025
- Kolaborasi Tiga Lembaga Peningkatan Kepedulian dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Batam
- BRUS KUA Belakang Padang Sentuh Hati Remaja SMA 2 Batam: Bekal Menuju Masa Depan Qurani
Nasionalisme: Wujud Dharma dalam Kehidupan Berbangsa, Inspirasi dari RRI Pro 1 Batam
Pemandu Acara Mimbar Agama Hindu: Bendahara Umum PW. IPARI Provinsi Kepulauan Riau.

Keterangan Gambar : Pemandu Acara Mimbar Agama Hindu: Bendahara Umum PW. IPARI Provinsi Kepulauan Riau.
Nasionalisme: Wujud Dharma dalam Kehidupan Berbangsa, Inspirasi dari Mimbar Agama Hindu RRI Pro 1 Batam
BATAM, 22 Juli 2025 – Semangat cinta tanah air sebagai bagian tak terpisahkan dari pengamalan ajaran agama menjadi sorotan utama dalam Mimbar Agama Hindu yang disiarkan langsung di RRI Pro 1 Batam. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, acara ini menghadirkan Ibu Katmiartik sebagai narasumber, yang dengan lugas menyampaikan tema "Nasionalisme sebagai Wujud Dharma terhadap Bangsa dan Negara." Acara inspiratif ini dipandu oleh Ibu Lilik Widyawati , seorang Penyuluh Agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Kota Batam, yang merupakan Bendahara Umum PW. IPARI Provinsi Kepulauan Riau.
Bu Atik, sapaan akrab Bu Katmiartik menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, nasionalisme bukan hanya sekedar simbolik, melainkan merupakan perputaran Dharma Negara , yaitu pengabdian dan kesetiaan yang tulus kepada Ibu Pertiwi. Beliau mengutip sloka dari kitab suci Atharva Veda, “Tanah air adalah ibu, dan aku adalah putra dari bumi ini,” sebagai landasan spiritual yang kuat dalam menumbuhkan rasa bhakti kepada tanah air. Ayat ini menegaskan bahwa ikatan dengan tanah air adalah ikatan suci, layaknya hubungan antara anak dan ibu.
Baca Lainnya :
- Tingkatkan Kualitas ASN, KUA Bulang Gelar Pelatihan Pengisian SKP!0
- Menggali Makna ajaran Ilahi:0
- Bimluh Rutin Lapas Kelas II A Barelang Batam:0
- Semarak Bimluh Rutin LPP Kelas IIB Batam: Mantapkan Hijrah, Niat, dan Pemahaman Hukum Islam0
- Optimalisasi Kinerja ASN, KUA Lubuk Baja Gelar Pelatihan Pengisian SKP E-Kinerja0
Lebih lanjut, Bu Atik menekankan bahwa keberagaman Indonesia adalah sebuah kekuatan, bukan ancaman . Nilai-nilai luhur seperti Tat Twam Asi (Aku adalah kamu, kamu adalah aku) dan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu) mencerminkan ajaran toleransi, persatuan, dan kesadaran spiritual bahwa semua manusia adalah saudara. Hal ini menggarisbawahi pentingnya merangkul perbedaan sebagai fondasi persatuan bangsa.
Wujud nyata dari nasionalisme, menurut Katmiartik, tidak hanya sebatas mengibarkan bendera atau mengikuti upacara. Lebih dari itu, nasionalisme termanifestasi dalam menjalankan kewajiban sebagai warga negara , menjaga perdamaian , melestarikan lingkungan , serta menolak kebencian dan intoleransi . Ini adalah seruan untuk menjadikan tindakan sehari-hari sebagai refleksi dari kecintaan terhadap bangsa.
Menutup mimbar agama, Katmiartik mengajak seluruh umat Hindu untuk mengintegrasikan nasionalisme sebagai bagian integral dari praktik Dharma sehari-hari . Dengan demikian, mencintai tanah air adalah bentuk spiritualitas yang luhur dan tanggung jawab suci bagi setiap insan beriman. Pesan ini menegaskan bahwa nasionalisme bukanlah sekedar ideologi, melainkan sebuah jalan spiritual untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. (AP.Gesit/KyaiGaulBatam).
Video Terkait:








1.jpg)
