- Kyai Gaul Batam Raih Gelar Magister Pendidikan dari UNISSULA
- Blissful Mawlid KUA Nongsa Bedelau Kemenag Berdampak
- Kyai Gaul Batam Harumkan Batam Kepri di PENAIS AWARD 2025 Jakarta Barat
- Bimbingan Pra Nikah KUA Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam
- Hujan Deras Tak Menyurutkan Semangat Jamaah! Bimluh MT. Sabilul Huda Nongsa Asri Hadirkan Kyai Gaul
- KUA Kec. Nongsa Kantor Kemenag Kota Batam dan Puskesmas Jabi Batu Besar Bersinergi
- HEBOH! Kemenag Kota Batam Guncang Batam dengan Silaturrahim Kebangsaan & Ekoteologi
- KEMENAG KOTA BATAM GAUNGKAN SEMANGAT KERUKUNAN LEWAT PAWAI PEMBANGUNAN 2025
- Kolaborasi Tiga Lembaga Peningkatan Kepedulian dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Batam
- BRUS KUA Belakang Padang Sentuh Hati Remaja SMA 2 Batam: Bekal Menuju Masa Depan Qurani
Bikin Merinding! Kyai Gaul Batam Paparkan Karya Ilmiah di Kampus Unggul UNISSULA Semarang
SEMEDI sentiasa diliputi CINTA (Cerdas, Inovatif, Neurosains, Terupdate, dan Alloh bersamaku)

Keterangan Gambar : SEMEDI sentiasa diliputi CINTA (Cerdas, Inovatif, Neurosains, Terupdate, dan “Alloh bersamaku").
Bikin Merinding! Kyai Gaul Batam Paparkan Karya Ilmiah di Kampus Unggul UNISSULA Semarang
Semarang – Ahad, 02 Februari 2025
Suasana tiba-tiba hening, semua pemandangan seolah-olah penuh khidmat, dan tak sedikit yang merinding dibuatnya! Itulah gambaran saat Kyai Gaul Batam, Ustadz Muhammad Yusuf, S.Sos.I., M.Pd., CTrQ., CPSQ., tampil memukau dalam forum ilmiah prestisius di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, salah satu kampus Islam unggulan berakreditasi Unggul Nasional.
Baca Lainnya :
- Kolaborasi Lintas Instansi, Kepala KUA Belakang Padang juga menjadi Narasumber MPLS SMPN 1 Batam:0
- Kasi Urusan Agama Kristen dan Tim Penyuluh Kunjungi Pulau Belakang Padang:0
- Penyuluh Agama Islam Kemenag Batam Gelar Bimbingan Rohani Rutin di RUTAN Kelas II A Barelang0
- Penyuluh Lintas Agama Kantor Kemenag Batam Laksanakan Bimbingan Rohani Rutin di RSBP Batam0
- PAI Award Nasional 2025:0
Dalam kesempatan yang langka dan sarat inspirasi ini, Ustadz Yusuf memaparkan karya ilmiahnya yang berjudul:
“Peran Penyuluh Agama dalam Peningkatan Mutu Ibadah melalui Program SEMEDI Kyai Gaul Batam (Studi Temuan 30 Kekeliruan Lafal Bacaan Populer di Indonesia)”. lihat videonya di channel Youtube: Kyai Gaul Batam, pada laman: https://youtu.be/irTumUNNsL0
Tak hanya menyampaikan teori, Kyai Gaul Batam berhasil menggugah kesadaran spiritual audiens melalui sajian data yang menyentuh sisi terdalam umat Islam: kesalahan lafadz dalam ibadah yang tak disadari namun sudah menjadi budaya.
30 Lafal Populer yang Keliru, Tapi Dianggap Biasa
Program SEMEDI yang merupakan akronim dari Suluh Edukatif Media Digital, menjadi pendekatan dakwah milenial yang menyajikan Kyai Gaul dengan cara yang ilmiah, solutif, dan menggugah.
Melalui kajian mendalam, beliau mengungkap 30 Pelafalan Kekeliruan yang umum ditemukan dalam bacaan (dalam sholat maupun diluar Sholat), dan Kyai Gaul Batam membaginya menjadi 3 (tiga) Aspek, yaitu: Fonetik, Tajewid dan Makna.
“Kekeliruan-kekeliruan ini tampak sepele, namun dampaknya berpotensi besar terhadap kekhusyukan dan keabsahan ibadah,” ujar Ustadz Yusuf dengan nada tegas namun penuh kelembutan.
Decak kagum tersirat dari wajah para Penguji Sidang Munaqosyah.
Ketiga Penguji dari UNISSULA — para doktor dan pakar di bidang Dakwah dan Pendidikan Islam — dibuat takjub. Paparan Kyai Gaul dinilai inovatif, kontekstual, dan menyentuh persoalan ibadah masyarakat akar rumput yang sering terlupakan di dunia akademik.
Salah satu penguji menyatakan,
“Ini bukan sekedar karya ilmiah, ini adalah bentuk cinta nyata pada umat. Sangat layak untuk dijadikan referensi nasional dalam pelatihan penyuluh agama.”
Dakwah Kultural yang Menyatu dengan Teknologi
Kyai Gaul Batam membuktikan bahwa dakwah bukan sekedar mimbar dan ceramah, tapi bisa menyatu dengan riset, teknologi digital, dan pendekatan psikologi linguistik. Program SEMEDI-nya bahkan telah menjangkau ribuan netizen melalui kanal media sosial dan kedepannya bisa menjadi bahan pelatihan penyuluh di berbagai daerah dan dikombinasikan dengan metode Pembelajaran yang efektif, yatu Metode Talaqqi Musyafahah (metode pembelajaran Al-Quran yang melibatkan interaksi langsung antara guru dan murid, di mana guru membacakan ayat Al-Quran dan murid menirunya, sambil memperhatikan gerakan bibir guru untuk pengucapan yang benar).
Penutup yang Menyentuh: “Ini Ibadah, Bukan Sekadar Bicara” Kekeliruan yang berlangsung lama dan tidak ada yang berusaha diperbaiki, sehingga kekeliruan itu kemudian tidak lagi dianggap sebagai kekeliruan, maka yang paling cakap adalah yang tahu tapi tetap "diam".
Demikianlah Menutup Kyai Gaul Batam presentasinya,
Dengan penuh haru, Seorang dosen senior bahkan menyeka air mata sambil mengucapkan,
“Baru kali ini saya melihat penyuluh agama menyampaikan ilmu selugas ini, seteduh ini.”
SEMEDI bukan hanya program. Ia adalah gerakan hati. Dan Kyai Gaul Batam, telah menyalakannya dari Batam hingga Semarang… dan akan terus menyala ke seluruh nusantara. SEMEDI sentiasa diliputi CINTA (Cerdas, Inovatif, Neurosains, Terupdate, dan “Alloh bersamaku").
(AP.Gesit/KyaiGaulBatam)
Video Terkait:








1.jpg)
